Melawan Rasa Takut
Melawan Rasa Takut
20 tahun ini satu hal yang masih sulit aku lakukan yaitu mengalahkan rasa takut. entah mengapa, saat aku akan melakukan sesuatu hal baru yang bersifat positif pasti masih banyak pertimbangan yang selalu aku pikirkan. semua ini dimulai sejak aku lahir. kasus pertama dalam hidupku adalah sekolah TK. ibuku adalah seorang kepala sekolah TK namun aku tidak diperboolehkan bersekolah ditempat ibuku, dengan alasan untuk melatih kemandirianku. alhasil, setiap pukul 06.00 aku wulan seorang gadis kecil berumur 4 tahun ditinggal di depan pendopo desa, sebab TK ku terletak dibelakang pendopo. padahal teman-temanku yang lain baru akan tiba di sekolah pukul 07.00. pada awalnya aku selalu menolak ditinggalsendiri dipagi hari... tapi kata ayahku, aku harus belajar berani. karena aku masih terlalu takut untuk ditinggal sendiri, pada akhirnya aku akan menangis dan ikut ayahku ke rumah nenek dan bolos sekolah. atau bahkan aku akan diajak jalan-jalan... terkadang aku berpikir aku ingin seperti anak lain yang ditunggu oleh ibunya sampai jam sekolah usai. tapi aku selalu sendiri. aku tidak punya teman dan sulit beradaptasi.
sekolah hari pertama aku duduk dimeja paling depan tetapi lagi-lagi aku kalah untuk menaklukan rasa takut. aku didepak oleh seorang teman yang dengan kasarnya merebut mejaku. aku hanya terlalu bodoh untuk mengalah... tetapi pada akhirnyapun aku mengalah dan duduk di bangku nomor 2. cerita tentang masa TK ini hanyalah sedikit hal yang aku hadapi. beranjak besar, hal yang aku takutkan adalah hafalan surat-surat pendek ketika pelajaran agama islam. ingatanku untuk menghapal kalimat-kalimat kitab suci alquran sangatlah buruk. bahkan aku sering takut untuk pergi kesekolah hanya gara-gara aku tidak hapal tugas mminggu itu.
aku terlalu takut untuk mengambil resiko dihukum oleh guru agama yang sedikit galak. dan akhirnya aku akan bolos sekolah dengan alasan sakit. namun, lambat laun kedua orangtuaku sadar bahwa aku bolos karena aku merasa takut. akhirnya aku diceramahi dan dengan terpaksa aku tidak pernah bolos lagi, meskipun disetiap pelajaran agama aku akan super tenang tanpa bicara bahkan selalu berkeringat dingin. sedikit luciu memang jika aku mengingat masa-masa itu.
ketika aku SMP aku selalu menjadi pecundang yang selalu takut mengambil langkah baru dalam karir akademik ku maupun karir non akademik... hehehe...
aku sekolah di SMP SBI yang selalu menyelipkan bahasa inggris disetiap mata pelajarannya... tapi aku selalu takut untuk memulai bertanya dengan bahasa inggris di dalam kelas. aku berpikir lagi,... seenarnya aku ini tidak bodoh-bodoh amat, namun rasa takut yag mengalahkanku. Smester pertama SMP aku mendapat ranking 32 dari 36 siswa. kedua orangtuaku biasa saja, mereka tidak marah padaku... tapi aku sangat merasa tak berguna. aku berusaha lebih baik di smester berikutnya... namun tetap saja ranking ku hanya naik ke posisi 27. lagi-lagi wulan tak bisa mengalahkan rasa takut. tapi penyakit akut ku sebenarnya tidak hanya terletak pada rasa takut tapi juga rasa malas. di smester ke 3 aku lebih giat lagi belajar dan mengikuti les-les informal. akhirnya aku dapat ranking 6 besar di kelas 8. tapi tetap saja aku masih tidak bisa sebaik kakakku yang selalu ranking1
hingga keputusan sekolah pu aku masih saja tidak bisa mengalahkan rasa takutku. aku tidak mau masuk SMA karena takut pada bayangan belaja...bel;ajar... dan belajar. akhirnya aku memaksa kedua orangtuaku agaraku disekolahkan di SMK pertanian.... dan baru satu hal inilah yag membuatku mensyukuri bahwa aku mulai bisa melawan rasa takutklu untuk sekolah di tempat yang jauh dari rumah. karena SMK yang aku pilih berjarak 2 kabupaten dari ruahku. pada masa SMK lah aku bisa mengalahkan rasa takut yang selama ini bersarang di dalam diriku.
ternyata mengalahkan rasa takut itu tidak buruk-buruk juga.... buktinya aku bisa mendapat ranking 1 dari kelas 10-12... aku biusa ikut berbagai macam lomba yang meskipun banyak kegagalan yang harus aku tempuh terlebih dahulu. hingga akhirnya aku bisa lulus dengan nilai yang baik dan masuk ke perguruan tinggi negeri yang aku mau. nah... setelah inilah rasa takut itu muncul kembali... lingkungan baru, teman baru, guru baru, sistem baru... membuatku takut dan tidak berkembang. sekarang aku di smester 5 program studi agroekoteknologi fakultas pertanian... masih bergelut dengan rasa takut dan masa depan yang belu pasti... aku tak tahu apa kumpulan pilihanku selama ini akan berakhir sesuai keinginanku atau tidak... ketakutan terbesarku sekarang adalah mengejar impian ke Wageningen University.
Komentar
Posting Komentar